THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

0

SD NEGERI 1 KARANGWARU TULUNGAGUNG

.

SELAMAT DATANG SOBAT

Staf tenaga pengajar dan tata usaha

Tampilkan postingan dengan label BERITA TULUNGAGUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TULUNGAGUNG. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2009

Mewarna di SDI Al Badar, Yel-Yel Bahasa Inggris di Pemkab

TULUNGAGUNG ––Anak usia PAUD dan TK di­man­jakan–kegiatan mewarna–sehari kemarin. Karena dua ke­giatan digelar di waktu hampir persamaan untuk me­reka. Cuma tempatnya yang berbeda. Yaitu lomba mewar­na di Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Badar dan halaman Pemkab Tulungagung.
Lomba mewarna di SDI Al Badar untuk memperingati HUT atau milad ke 7 sekolah yang berada di di Desa Keta­non, Kecamatan Kedungwaru itu. Sedang di halaman Pem­kab Tulungagung dalam rangka Gebyar Pendidikan 2009 English Student Festival.
Lomba mewarna di SDI Al Badar berlangsung meriah. Selain ratusan anak mengikuti lomba mewarnai, para peng­unjung juga dihibur berbagai pentas seni. Mulai dari fashion show, karawitan, puisi dan sebagainya.
Menurut Kepala SDI Al Badar Ardi Sihabudin, pihaknya ingin memperkenalkan diri ke masyarakat. Karena itulah, milad dikemas semeriah mungkin dengan aneka hiburan dan perlombaan.
Lomba mewarna dimulai pukul 09.00 dengan diikuti 450 anak. Sebenarnya, ucap Ardi Sihabudin, pihaknya terpaksa menolak beberapa orang tua yang mendaftarkan anak mereka. Itu karena kapasitas ruangan yang tersedia tak mampu menampung lagi.
Lomba mewarna dilangsung di dalam ruangan. Nyaris seluruh ruangan di gedung bertingkat tiga itu digunakan untuk lomba mewarna. Ardi Sihabudin meng­aku senang dengan antusias pe­serta lomba mewarna.
Sedang di luar gedung digelar aneka hiburan. Penampilan drum band dan organ tunggal cukup menyita perhatian pengunjung. Mereka memainkan beberapa lagu secara apik. Tak sedikit pe­ngunjung yang merangsek untuk bisa lebih dekat melihat penam­pilan drum band dan organ tunggal.
Begitu juga pembacaan puisi dan karawitan. Semuanya oleh sis­wa-siswi SDI Al Badar. Tak keting­galan penampilan fashion show yang membawakan busana mus­lim yang cukup menarik. Semua­nya tampil di panggung yang be­rada di halaman sekolah tersebut.
Ardi Sihabudin mengung­kap­kan, lembaga yang dipimpinnya siap mendidik generasi penerus yang berjiwa islami, ber-akhul ka­­rimah. “Serta terampil dan man­­diri,” katanya.
Lanjut dia, saat ini SDI Al Ba­dar mendidik 160 siswa. Untuk masing-masing kelas ada 20 mu­rid. Dia berharap untuk tahun aja­ran baru ini mendapat siswa yang banyak.
Sedang Gebyar Pendidikan 2009 English Student Festival dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 dikuti 420 peserta. Acara ini digelar Forum Generasi Muda Pe­duli Pendidikan dalam rangka memperingati hari pendidikan dan anak nasional.
Beberapa lomba digelar di hala­man Pemkab Tulungagung. Yai­tu lomba mewarnai yang diikuti siswa taman kanak-kanak se-Tulungagung. Selain itu lomba celoteh anak. Masing-masing pe­serta menunjukkan kemampuan berpidato bahasa Inggris di de­pan para pengunjung dan dewan juri.
Sementara untuk English Rule Play, para peserta menampilkan permainan yang menarik dengan diiringi lagu berbahasa Inggris.
Tidak hanya itu saja, masih ada lomba lomba English Yell. Seti­ap kelompok terdiri 10 anak, ma­sing-masing kelompok menam­pilkan yel-yel terbaik. Mereka ti­dak hanya menari tetapi juga ber­nyanyi bahasa Inggris.
Ketua Panitia Ahmad Sabrowi mengatakan, semua lomba tidak lepas dari Bahasa Ingris. Tuju­annya, untuk menggali bakat pa­ra peserta. Selain itu juga untuk melatih keberanian dan kreati­fitas peserta.
Acara berakhir dengan pengu­muman juara. Untuk juara dua English Yell diraih tim SDN Kepatihan 1, juara satunya diraih SDN Je­pun 2. Untuk juara perta­ma English role play direbut SDI Qurrota’ayun. Untuk juara mewar­na diraih siswa TK Batik Tu­lungaung serta juara satu celoteh anak jatuh pada SDI Qurrota­’ayun

Senin, 23 Maret 2009

DTS, Aktris Video Porno dari SMPN 3 Tulungagung di Mata Temannya

Mudah Akrab, Dianggap sebagai Korban

Civitas SMPN 3 Tulungagung terguncang dengan beredarnya video porno yang dilakukan salah satu siswi yang berinisial DTS. Bagiamana tanggapan siswa terhadap si ‘aktris’?

MAS Tricahyono – RaTu

Dari luar, SMPN 3 Tulungagung di Jalan Oerip Soemohardjo tampak lengang. Namun be­gitu masuk ke lingkungan sekolah, kegiatan be­lajar mengajar berjalan semestinya. Ter­ke­san, civitas sekolah setempat tak begitu ter­pe­nga­ruh dengan beredarnya video porno ber­du­ra­si 2,33 menit itu. Benarkah?
“Kami tak mau dipusingkan dengan be­re­dar­nya video porno itu. Pokoknya tak ber­ko­men­tar lah. Lebih baik konsentrasi meng­ha­da­pi try out saja,” kata salah satu siswi kelas IX E di SMPN 3 Tulungagung yang mengaku ber­nama Menik.

Me­nik menuturkan, sebelum video porno di­pu­blikasikan di media massa, pihak sekolah su­dah berupaya agar adegan hot itu tak ter­se­bar ke luar. Caranya, guru melakukan razia hand­phone (HP) milik siswa. Maklum, se­jum­lah sis­wa banyak yang mengetahui ke­ber­ada­an video mesum tersebut. Aksi razia HP di­la­ku­kan sekitar dua minggu lalu. “Ketika pihak sekolah melakukan razia HP, ang­gapan siswa mengarah kepada DTS. Sejak di­la­kukan razia, DTS hanya sekali masuk se­ko­lah. Hingga saat ini DTS tak pernah masuk se­ko­lah,” imbuh Menik.
Seperti diberitakan kemarin, Tulungagung di­he­bohkan peredaran video mesum. Ak­tris­nya, diduga salah satu siswi kelas IX F SMPN 3 Tulungagung yang bernama DTS. Gadis usia 14 itu melakukan oral seks dengan pria yang diduga pacarnya. Ditengarai, yang me­re­kam adegan tak senonoh itu adalah si pacar.
Bagaimana keseharian DTS? Lulu (sa­ma­ran), siswi kelas IX SMPN 3 Tulungagung me­nga­takan, DTS mudah bergaul dengan si­a­pa saja. Jika sudah berteman, gadis yang ting­gal di Kecamatan Kota itu juga cepat akrab. “DTS itu anaknya centil. Namun dia se­ring bolos saat les,” kata siswi yang me­nga­ku teman akrab DTS.
Meskipun dituding melakukan video porno, ba­gi Lulu, DTS hanya korban. “Harusnya yang disalahkan yang merekam dan menyebarkan ke masyakarat. Kasihan DTS,” ucap­nya dengan nada melas.
Diakui Lulu, beredarnya video por­no yang diperankan DTS meng­gangu kegiatan belajar di se­ko­lah tersebut. Beberapa siswa me­ra­sa malu jika berteman de­ngan siswa dari sekolah lain. “Ya mau gimana lagi, sudah telanjur ber­edar di media massa. Aki­bat­nya, sejumlah siswa mulai meng­gun­jingkan lagi. Kami berharap ka­sus ini tidak berlarut-larut agar ti­dak menggangu kegiatan be­la­jar di sekolah kami,” harap Lulu ke­tika dikonfirmasi usai pulang se­ko­lah kemarin.

Sumber : ratu

Dewan Kampanye, Ranperda Terkatung-katung


Rancangan peraturan daerah (Ranperda) Tu-lungagung tentang me-naikkan tarif parkir ber-langganan masih belum disahkan. Padahal, ran-perda itu diusulkan Bupa-ti Heru Tjahjono sejak 19 Januari lalu. Hingga kini, ranperda perubahan ke-dua atas perda nomor 5 tahun 2002 tentang Retri-busi Parkir Tepi Jalan Umum belum diparipur-nakan.
Diduga kemoloran pem-bahasan tersebut akibat banyaknya anggota de-wan yang kini sibuk kam-panye untuk pencalonan menjadi anggota dewan pada periode mendatang. Tampak juru parkir yang menerima “tips” dari pe-ngemudi di Jalan Ahmad Yani Barat, Tulungagung kemarin.

Source : ratu

Kamis, 19 Maret 2009

PASI Siapkan 8 Atlet

TULUNGAGUNG - Per­sa­tu­an Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tulungagung tidak main-main dalam menghadapi pekan olah­raga propinsi (porprov) II 20­09. Mereka bakal lebih se­lektif dalam menjaring atlet yang di­proyeksikan bertanding dalam aja­ng yang digelar di Kota Ma­lang Oktober mendatang.Keseriusan PASI meng­ha­da­pi por­prov ditunjukkan dengan me­ng­­gelar persiapan yang le­bih ma­tang. Meski jadwal por­prov ma­sih tujuh bulan lagi, na­mun per­si­apan sudah di­ge­lar­ mulai se­karang. “Persiapan un­tuk por­prov sudah mulai ki­ta lakukan. La­tihan anak-anak su­dah di­fo­kus­kan pada nomor spe­­sia­li­sa­si­nya,” jelas Dwi­to­jo, pelatih PA­SI Tulungagung ke­marin.

Menurut dia, PASI sudah mem­punyai tim bayangan yang akan diberangkatkan dalam ajang porprov. Ada delapan atlet ya­ng dipersiapan. Antara lain, Dwi Agus (tolak peluru dan lem­par­ cakram), Eka Ariyanto (200 M), Kusuma (800), Palupi Ar­da­na­ri (tolak peluru), Novita Galuh (lom­pat tinggi), Galuh Brilyanti (lom­pat jauh), Arni Damayanti (lem­par cakram), dan Binti (lari).

Dua atlet andalan Tulunga­gu­ng, Hermanto dan Heru As­tria­nto tidak masuk dalam daftar tim ba­yangan proprov ini. Sebab, ke­dua atlet tersebut masuk puslatda se­hingga tidak boleh diturunkan di­ ajang porprov. “Aturannya me­mang begitu. Atlet puslatda ti­dak boleh diturunkan,” jelas pria yang berdomisili di Jalan MT Haryono Tulungagung ini.

Dalam porprov mendatang, PA­SI memang dituntut lebih se­ri­us dalam mempersiapkan at­let­­nya. Maklum, atletik me­mang se­­lalu menjadi andalan Tu­­lung­agu­ng di berbagai event bai­k ya­ng berskala regional Ja­tim mau­pun nasional. “Karena itu­lah, ki­ta harus bekerja keras untuk me­raih medali dan berprestasi di aja­ng porprov II ini,” jelas Dwi­to­jo.

Sumber : ratu

Baliho Caleg Tutupi Puskesmas

TULUNGAGUNG- Kampanye kurang enam hari lagi, para mulai caleg berlomba-lomba mengenalkan dirinya ke masyarakat. Baliho, benner dan spanduk tidak hanya dipasang di pohon, tetapi juga di fasilitas umum. Seperti terlihat di pertigaan jetakan tepatnya di depan Puskesmas Kauman di Kecamatan Kauman.
Saking banyaknya baliho caleg, membuat bagian depan Puskesmas tersebut tidak terlihat. Sehingga membuat masyarakat bingung ketika hendak pergi ke puskesmas. Mereka tidak memperdulikan lagi fasilitas umum tersebut.
Namun sayang sampai saat ini Satpol PP dan KPU Tulungagung sama sekali belum bergerak. Padahal, berdasar aturan yang berlaku, pemasangan alat peraga kampanye tidak boleh diletakkan di fasilitas umum.
Diantara, tempat ibadah, sekolah dan tempat-tempat umum milik pemerintah.
Menurut Ketua Panwaslu Tulungagung Mukti Ali, pihaknya belum bisa bersikap terkait baliho yang menutup Puskesmas Kauman. Sebab itu, merupakan kewenangan panwascam dan camat, karena yang memiliki wilayah. Namun, dalam aturan main, tempat umum seperti puskesmas harus bebas alat peraga. “Saya kira panwascam dan pak camat nanti mengatur itu, karena saya kira jika dilihat dari estetika penempatan baliho di depan puskesmas tersebut tidak bagus,” ujarnya.
Di lain pihak Kepala Puskesmas Kauman, dr Bambang menyatakan, pihaknya telah melaporkan kondisi ini ke dinas kesehatan (Dinkes). Dan berdasar informasi yang diterima, dinkes suda melaporkan ke panwas. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari panwas. “Kami sebenarnya risih, tapi gimana lagi, wong hari ini merupaka pesta demokrasi,” katanya.

Sumber : ratu

Dana Kampanye Golkar Rp 15 Juta

TRENGGALEK – Anggota KPU Trenggalek Kusni Suwondo meralat laporan dana kampanye yang dikirimkan ke KPU Jawa Timur. Pasalnya dana kampanye DPD Partai Golkar tak seperti didata semula yang hanya Rp 443 ribu, melainkan mencapai Rp 15,4 juta.
“Memang kekeliruan dari pihak saya. Yang benar sebesar lima belas juta rupiah sekian,” ucap Kusni meralat keterangannya yang pernah diberitakan koran ini dua hari lalu. Ketidaksengajaan kesalahan tersebut lantaran waktu itu laporan dari pengurus DPD Partai Golkar diterima Kusni saat berada di Stadion Kelutan Trenggalek.
“Itulah kalau sudah tua begini,” ucap anggota KPU yang tak lagi mendaftar sebagai anggota pelaksana pemilu itu.
Dijelaskan Kusni, anggaran yang diterima Partai Golkar merupakan sumbangan dari para caleg dan dari DPP Partai Golkar. Setelah dipakai untuk beberapa pengeluaran akhirnya dana masih tersisa sebesar Rp 15,4 juta.
Seperti diberitakan dua hari lalu, dari 21 partai yang mengikuti pemilu legislatif pada 9 April mendatang, banyak diantaranya yang dinilai tidak transparan terhadap dana kampanye. Indikasinya, partai-partai besar hanya melaporkan saldo awal dan tidak menginformasikan saldo akhir.
Akibatnya KPU Trenggalek menggunakan acuan saldo awal sekaligus sebagai saldo akhir yang dilaporkan ke KPU Jawa Timur. Laporan dari kabupaten ini nantinya akan diaudit. “Jika ditemukan pelanggaran itu masuk ranah hukum. KPU hanya melaporkan saja,” ucap lelaki berkaca mata ini.

Sumber : ratu

Awasi Pelipatan Surat Suara

Peliputan surat suara yang dilakukan di tingkat Kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) harus mendapat pengawasan ketat dari elemen masyarakat. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan dalam pelipatan tersebut masih ditemukan beberapa kejanggalan atau kesalahan. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Tulungagung Mukti Ali.
Menurut Mukti Ali, alasan seluruh elemen masyarakat perlu mengawasi pelipatan tersebut, sebab berdasar informasi yang diterima dari panwascam, ternyata ada PPK yang belum paham terkait tempat pelipat surat suara. “Di Kecamatan Boyolangu nyaris surat suara itu hendak dilipat di rumah, tapi untung ketahuan panwascam, sehingga pelipatan tersebut tetap dilakukan di kecamatan,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan, PPK setempat kurang sosialiasi ke masyarakat. Bahwa, berdasar aturan yang berlaku, pelipatan surat suara harus dilakukan di tempat yang mudah masyarakat, polisi atau panwas mengawasi pelipatan tersebut. “Nah kalau seandainya dilipat di rumah, kan tentu kesulitan dalam mengawasinya,” ujarnya.
Mukti menyatakan, kondisi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, apabila KPU Tulungagung memberikan pemahaman atau pengertian kepada PPK tentang tempat pelipatan surat suara. “Saya mensiyalir, peristiwa yang terjadi di PPK Boyolangu karena mungkin mereka tidak tahu, dan itu mungkin disebabkan KPU kurang sosialiasi,” katanya.
Mukti menambahkan, Panwas meminta KPU Tulungagung agar menjalankan tugas dan fungsi dengan benar. Di lain pihak anggota KPU Tulungagung Nyadin menyatakan, saat ini pelipatan di kantor kecamatan. “Sebenarnya bukan nyaris, tapi saat rapat teknis muncul ide akan dilipat di rumah, tapi itu tidak jadi keputusan, keputusan tetap di kantor kecamatan,” katanya

Sumber : ratu

Dana Berkurang, Khawatir Tidak Merata


Asupan Gizi bagi Siswa SD
TULUNGAGUNG - Asupan gizi bagi siswa sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtida’iyah (MI) dan pondok pesantren (ponpes) di Tulungagung, dipastikan berkurang. Hal ini diketahui dari menurunnya alokasi anggaran di APBD Tulungagung 2009.
Seperti diungkapkan Bendahara Komisi B DPRD Tulungagung Wiwik Tri Asmoro dua hari lalu. “Anggaran Pemberian Tambahan Makanan Anak Sekolah (PMTAS) di APBD Tulungagung 2009 menurun cukup drastis,” kata wakil rakyat dari PDIP tersebut. Wiwik menyebut, pada tahun anggaran 2006 dianggarkan Rp 750 juta, untuk 2008 dianggarkan Rp 550 juta dan pada 2009, hanya sekitar Rp 120 juta.
Dengan jumlah dana tersebut, singgung Wiwik, tambahan makanan untuk peningkatan gizi anak sekolah dikhawatirkan tidak merata. Oleh karena itu, komisi B akan membawa permasalahan ini ke rapat perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD. Juga mendesak pemkab untuk mengevaluasi hal ini. “Kami harapkan pada PAK nanti, anggaran PTMAS bisa meningkat,” ujar pria yang tinggal di Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung dr Gatot DP Purwanto melalui Kabid Yankes Dinkes Dra Triswati Sasmito MKes mengatakan, PMTAS diberikan ke seluruh siswa tingkat sekolah dasar. Mulai kelas satu hingga kelas enam. “Baik yang bergizi cukup maupun tidak, semua dapat jatah tambahan makanan,” jelasnya.
Diakui pada 2008 lalu, yang dana untuk program ini dianggarkan Rp 550 juta, untuk pelaksanaan PMTAS dilakukan tiga kali dalam seminggu selama 2 bulan. Menu makanan tambahan tidak diperbolehkan berupa nasi. Melainkan berupa jajanan yang bergizi. “Seperti onde-onde atau yang lainnya,” pungkasnya.

Sumber : ratu

Berebut Gunting Balot, Guru Kesenian Teridola

Senin, 16 Februari 2009 10:06

TULUNGAGUNG – Siswa SMAN 1 Boyolangu mendapat kehormatan menjadi tempat peluncuran program Pesta Sekolah Pertama atau disebut–PS One kemarin. Ratusan siswa sekolah favorit itu antusias mengikuti acara meski di tengah sengatan terik matahari.
Para siswa dimanjakan dengan berbagai game serta puluhan doorprize yang disediakan panitia. Ditambah lagi, cara VJ Aditya memandu kegiatan, cukup menarik. Menjadikan launcing PS One penuh kemeriahan.
Tak ketinggalan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Tulungagung Maryoto Birowo hadir dipeluncuran PS One. Orang nomor satu di Dinas Pendidikan itu didaulat untuk memberikan sambutan. Tak ketinggalan Kepala SMAN 1 Boyolangu Sawari Hadi hadir bersama siswa.

“Saya sangat berterima kasih kepada Radar Tulungagung atas kepeduliannya memberikan kegiatan kepada siswa. Semoga dengan kegiatan Pesta Sekolah ini, dapat menjadikan ajang kreativitas siswa,” ujar Sawari.
Siswa berebut koran Radar Tulungagung. Mereka pun menggunting balot yang telah disediakan, kemudian diisi nama guru yang difavoritkan .
Terpilihlah Heri Sutrisno sebagai guru idola. Guru kesenian itu menyisihkan 23 guru lain dengan mendapatkan perolehan suara 25,41 persen. Proses penilaian dilakukan secara langsung melalui penghitungan kupon undian yang disediakan oleh Radar Tulungagung bekerjasama dengan Bank Danamon dan MPM Motor.
Ketua Panitia PS One Radar Tulungagung Mohammad Dafid Sofyan berharap, pelajar SMP maupun SMA di Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek paham dengan PS One. “PS One dibuat semeriah mungkin. Tujuannya, memberikan wadah bagi para pelajar untuk beradu kreativitas dalam berbagai lomba. Seperti mading, desain koran, dance, festival band dan juga pemilihan guru idola,” jelasnya.
Selain mendorong bakat pelajar SMP dan SMA dalam bidang jurnalistik, dance, dan musik, PS One juga untuk membangun ikatan antara siswa dan guru. “Sekolah yang ingin dikujungi dan mendapat banyak hadiah bisa menelpon ke Radar Tulungagung. Tim PS One akan mengujunginya sekolah,” ujarnya

Sumber : ratu

SMU 1 KAUMAN TULUNGAGUNG Unjuk Kreativitas di PS One


TULUNGAGUNG – Pesta Sekolah (PS) One di SMAN 1 Kauman berlangsung meriah kemarin (21/2). Selain banjir doorprize dari panitia, juga dimanjakan dengan berbagai kegiatan yang menampilkan kreativitas siswa sekolah tersebut. Diantaranya game, pentas musik akustik, karaoke dan lain sebagainya. Apalagi, VJ Neneng dari Radio Perkasa FM dan Vj Rieka tidak henti-henti menghibur dengan berbagai joke-joke segar sehingga menjadikan suasana semakin meriah.
Kepala SMAN 1 Kauman Suladianto dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Radar Tulungagung (RaTu). Yaitu diberi kepercayaan menyelenggarakan PS One. Dia berharap, wawasan siswa dalam bidang non akademis semakin meningkat. Karena juga dilaksanakan diklat jurnalistik.
Koordinator PS One M Dafid Sofyan mengaku terkejut dengan antusias siswa-siswi SMANSAKA (sebutan lain SMAN 1 Kauman). “Terbalik jika Pak Suladianto yang mengucapkan terima kasih. Justru kami yang berterima kasih kepada seluruh civitas SMANSAKA.
Yaitu men-support dan memberi kesempatan untuk road show PS One,” tegas M Dafid Sofyan.
Harmini selaku guru Fisika terpilih sebagai guru idola. Dia menyisihkan 18 guru lain. Pasalnya, Harmini mendapatkan 35 balot di gelar PS One yang merupakan kerja bareng RaTu, Diler Honda Putra Rinjani, Bank Danamon serta Radio Perkasa FM itu.
Dewi Dwi Dayanti, siswa kelas II IPA I mengatakan, dirinya senang dengan PS One.
“Menghibur namun juga mencerdaskan. Sayang waktunya terbatas, jika waktu lebih panjang mungkin akan lebih meriah,” katanya.

Sumber : ratu

Peserta Pesta sekolah pertama (PS ONE)Terus Berdatangan


TULUNGAGUNG – Pendaftar Pesta Sekolah pertama (PS One) terus berdatangan. Sebelumnya,–SMKN 3 Boyolangu dan SMAN 1 Durenan memastikan diri ambil bagian. Kemarin giliran perwakilan SMPN 3 Watulimo, Trenggalek; dan perwakilan MTsN Tunggangri, Tulungagung; memastikan diri mengikuti kegiatan yang dihelat RaTu dan disuport Bank Danamon, diler Honda Putra Rinjani, dan Perkasa FM ini.
Dengan peserta PS One yang terus berdatangan akan membuat ajang bagi pelajar tingkat SMP dan SMA itu juga bakal semakin heboh. Karena peserta PS One tidak hanya dimonopoli pelajar di wilayah perkotaan saja. Namun sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Watulimo, Trenggalek; dan sekolah di Kecamatan Tunggangri, Tulungagung; juga ikut ambil bagian.
“Acara ini kami bikin heboh dan beda dengan kegiatan-kegiatan yang sudah pernah ada. Karena itu kami beri nama Pesta Sekolah. Sebab memang ajang bergengsi untuk sekolah dalam meraih prestasi,” jelas Dafid selaku koordinator PS One.
Karena pesertanya sudah banyak, dia berpesan agar sekolah yang telah mengambil formulir pendaftaran segera saja mengembalikan formulir. Jika peserta sudah dianggap cukup, pendaftaran bakal ditutup.
“Buat sekolah yang sudah mengambil formulir pendaftaran, segera saja menyerahkan formulir pendaftaran. Kami takut nanti banyak yang tidak kebagian tempat untuk mengikuti kegiatan ini. Terutama untuk lomba mading, nanti saat puncak acara akan dipamerkan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sampai saat ini 35 sekolah di Tulungagung, Blitar dan Trenggalek sudah mengambil formulir pendaftaran. Sebagian sudah mengembalikan ke kantor Radar Tulungagung. “Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Untuk itu kami tunggu pendaftarannya sampai 14 Maret mendatang. Namun jika kuota sudah dianggap cukup pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu,” tegasnya.
Untuk informasi lebih lengkap datang saja ke Kantor Radar Tulungagung di Jalan Panglima Sudirman 50 A telepon 335360 atau ke Radar Blitar di Jalan Bali 170 telepon 0342-810995 atau bisa kontak ke 081330736949.

sumber ; ratu

10 SMP Ikut Meriahkan PS One


TULUNGAGUNG- Road Show PS One di SMA PGRI Kalangbret, siang kemarin benar -benar luar biasa. Pasalnya, selain menyuguhkan berbagai hiburan, mulai bola basket three on three, juga konser musik live yang menampilkan lagu-lagu yang lagi hits. Tidak hanya itu, SMA PGRI Kalangbret mengundang 10 SMP di Tulungagung untuk ikut berbagai dalam menyemarakkan gelar PS One.
Kemeriahan Road show PS One kemarin, tercurahkan ketika VJ Neneng dan Panji mulai memandu acara tersebut. Beberapa siswa mulai unjuk gigi, menampilkan bakatnya langsung disambut aplaus ratusan siswa yang enggan beranjak dari acara tersebut. Terlebih ketika tim PS One membagi-bagikan puluhan door prize dari sponsor kepada setiap siswa yang unjuk kebolehan.
Diajang pemilihan guru idola dalam Road show PS One kemarin Susiloningtyas, Guru Biologi terpilih sebagai guru idola pilihan siswa. Dia menyisihkan beberapa guru yang lain, karena memperoleh 41 suara siswa dari guntingan balot yang tersedia di Radar Tulungagung. “Siswa memang perlu diberikan kelonggaran untuk menampilkan kreasinya. Karena itu kami sangat mendukung even Pesta Sekolah One yang diadakan RaTu,” ujar Joko Purnawarman, kepala sekolah SMA PGRI Kalangbret.
Dia menyatakan, dengan adanya ajang ini siswa akan semakin terasah bakatnya dan bisa dilihat kemampuanya saat diadu dengan sekolah lain.
Dengan mengikuti program PS One itu, siswa juga semakin berani tampil dan bisa dilihat kemampuannya. Karena diajang ini mereka akan diadu dengan sekolah dari daerah lain. “Dengan adanya road show ini kami jadi semakin tahu dan kami memastikan diri untuk ikut dalam kegiatan ini,” katanya.
Sementara itu M Dafid Sofyan, koordinator PS One, menambahkan untuk road show di SMA PGRI Kalangbret memang luar biasa. Karena mereka juga mengundang sepuluh sekolah SMP untuk ikut memeriahkan road show tersebut. Mereka menampilkan hiburan live musik dengan menampilkan tembang-tembang yang saat ini lagi hits.
Selain itu SMA PGRI Kalangbret juga menampilkan hiburan three on three yang semakin membuat acara road show semakin heboh dan tampil beda. “Setiap road show PS One, selalu ada yang beda. Kami bilang ini memang luar biasa dan setiap sekolah mempunyai ide dan cara sendiri untuk memeriahkan kegiatan yang mendapat support Honda Putra Rinjani, Bank Danamon dan Perkasa FM itu,” tuturnya

Sumber : ratu

Dua Mahasiswi STAIN ke Amerika Serikat


TULUNGAGUNG - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung, terus menuai prestasi akademik. Dalam waktu dekat ini, dua mahasiswinya ke Amerika Serikat. Mereka adalah, Ima Fitriyah mahasiswi Fakultas Tarbiyah, Program Studi Tadris Bahasa Inggris semester VIII, serta Tantri Sundari mahasiswi fakultas dan program studi (prodi) yang sama semester VI.
Tujuan ke negeri Paman Sam tersebut, untuk belajar Bahasa Inggris dan mengikuti berbagai program cultural dengan peserta lain dari berbagai negara. Impian mereka bisa terwujud lewat program The Indonesian International Education Foundation (IIEF) atau Yayasan Pendidikan Internasional Indonesia.
Mereka sangat beruntung, bagaimana tidak, selain mendapat beasiswa penuh ke luar negeri, mereka termasuk 88 calon peserta program yang lolos menyisihkan ribuan calon peserta se-Indonesia.
Mereka di negeri yang dipimpin Presiden Barrack Obama tersebut, selama dua bulan dengan tujuan kota dan tempat belajar yang berbeda.
Ima Fitriyah yang berangkat 16 Mei 2009 mendatang, ditempatkan di New York City, tepatnya di Syracuse University. Sedangkan Tantri Sundari berangkat 20 Oktober 2009 berada di University of South Carolina. Ketika ditanya tentang kesiapan mereka menjelang berangkat, mereka kompak menjawab memperdalam conversation, selain menyiapkan mental dan fisik tentunya.
Mereka berdua mempunyai cerita unik, sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta program IIEF.
Ima Fitriyah misalnya, ia baru lolos tes setelah mengikuti tes untuk yang kedua kalinya, pada tes pertama dia kurang beruntung, namun gadis manis asal Kalidawir Tulungagung tersebut, tidak patah semangat. Sedangkan Tantri Sundari tertarik untuk mengikuti program tersebut, hanya karena ikut-ikutan teman-temannya yang banyak mendaftar.
Setelah lolos, ternyata orang tuanya kurang begitu mendukung, dengan alasan Amerika adalah negeri yang identik dengan segala kebebasan. Tapi, setelah diyakinkan, orang tuanya merestui, dengan catatan Ia harus mempersiapkannya secara lahir dan batin, serta tidak terbawa budaya negatif di negeri orang.
Ditemui terpisah, Ketua STAIN Prof. Dr. Mudjamil Qomar, M.Ag, lewat program IIEF ini, kesempatan mahasiswa untuk studi ke luar negeri semakin terbuka. “ Dan sekarang sudah terbukti, harapan kami nantinya akan banyak menyusul mahasiswa yang lain untuk belajar ke luar negeri. Oleh karena itu, tiap mahasiswa STAIN harus mempunyai basic yang kuat terutama pada bahasa Inggris yang berorientasi studi ke Negara-negara barat dan bahasa Arab untuk studi ke Negara-negara Timur Tengah”, tandasnya.
Ia berharap, jangan cuma dosen STAIN yang mendominasi studi ke luar negeri, tetapi mahasiswa juga harus diberi dan mempunyai kesempatan yang sama

Sumber : ratu

Ajari Buat Suplemen Organik


TULUNGAGUNG – Usia dini bukan berarti tak peduli lingkungan. Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, contohnya. Mereka mendapatkan materi tentang metode pembuatan minuman suplemen untuk ternak dengan bahan dasar organik.
Selain untuk kemandirian siswa, pembuatan suplemen organik untuk pakan ternak juga bagian dari menjaga lingkungan. Karena menggunakan bahan alami. Limbah dari olahan minuman suplemen juga bisa digunakan untuk pupuk. “Nyaris tidak ada yang dibuang,” ucap Zainal Mualifin, salah satu guru MI Mambaul Ulum.
Bahan dasarnya terdiri dari kencur, kunir, jahe, temulawak dan air kelapa. Seluruh bahan itu difrementasikan selama seminggu. Baru diminumkan ke sapi.
Hal senada juga diungkapkan Makrus Ali, selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum. Sekolah memberikan materi pembuatan suplemen organik karena murah biayanya, juga ramah lingkungan.
“Saat diberikan materi, siswa mudah mengerti, karena mereka tidak asing dengan materi yang kami berikan. Yakni, mulai bahan baku, hingga persoalan ternak. Kami berharap, dengan pengenalan itu, menummbuhkan semangat kemandirian siswa,” kata Makrus Ali.

Sumber : radar tulungagung

Razia Satpol PP, Hanya Dapat Satu Pelajar


TULUNGAGUNG- Razia PSK dan pela­jar yang dilaksanakan Satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Tulungagung tidak membuahkan hasil maksimal. Rabu (18/03) kemarin, operasi yang dilaksana­kan pukul 08.00 di beberapa tempat hanya menggaruk satu pelajar. Diduga, razia tersebut bocor terlebih dulu. Sehingga para pelajar yang biasanya bolos tidak ada, be­gitu juga PSK.
Berdasarkan pantauan Ratu di lapang­an, dengan mengendarai mobil patroli, satpol PP merazia beberapa daerah yang rawan dan dianggap lokasi transaksi bis­nis esek-esek.
Diantaranya mulai dari perkampungan warga yang di bantaran rel kereta api, Kelurahan Bago, warung kopi di Desa Tunggulari, Ringinpitu, Bu­­kur hingga Metropole Desa Sum­ber­dadi, Kecama­tan Sumbergempol.
Namun, operasi yang dipimpin langsung oleh Kasiops satpol PP Sunarto, tidak membuahkan ha­sil alias nihil.
Kasiops satpol PP Tulung­a­gung Sunarto ketika dikonfirma­si kemarin mengatakan, karena operasi penertiban PSK di bebe­rapa lokasi tersebut, tidak mem­buahkan hasil, pihaknya memin­dahkan target operasi ke bebe­rapa warung di Desa Bolorejo, Ke­camatan Kauman. Yakni, wa­rung kopi milik Waris dan Mak Tin. Namun, dalam operasi itu pi­haknya hanya mampu menang­kap seorang pelajar. Padahal, bi­asanya di warung tersebut selalu dikunjungi pelajar saat jam-jam sekolah. Kondisi itu diduga, pela­jar mengetahui kedatangan Pa­sukan Satpol PP. “Dalam opersi kali ini, kami mendapatkan satu orang pelajar siswa SMA PGRi 4 yang beranama Arif Cahyono. Sebenarnya, selain dia, terdapat sekitar 10 pelajar. Namun mereka keburu kabur begitu mengetahui kedatangan kami,” katanya.
Mengenai sanksi ke pelajar yang bolos tersebut? Sunarto me­nyatakan, sanksi bagi pelajar, di­serahkan ke sekolah. “Biar seko­lah yang menentukan sanksinya, “ kata Sunarto.
Sunarto menambahkan, meski­pun hanya menangkap satu orang pelajar pihaknya mengaku sedi­kit bergembira, atas hasil terse­but. Menurutnya, operasi ini ber­ja­­lan dengan sukses. “ Berarti so­sialiasi kami beberapa hari ke­marin, kepada beberapa PSK dan lembaga sekolah dapat berjalan dengan baik. “ kata Sunarto. (tri)

Sumber : radar tulungagung

PEMENANG GURU IDOLA MENDAPAT HONDA BEAT


TULUNGAGUNG –Ingin mendapatkan sa­tu unit sepeda motor Honda Beat. Dukung terus gu­ru idola di sekolahmu agar bisa menjadi juara dan mendapat Honda Beat. Karena itu sekolah yang mengikuti Pesta Sekolah pertama (PS One) diharapkan terus mengirimkan ballot du­kung­an pada guru yang diidolakan. Karena se­ma­kin banyak dukungan bisa membuat guru da­ri sekolah yang diidolakan menjadi pe­me­nang guru idola.
“Dukung terus guru dari sekolahmu agar bisa men­da­patkan satu unit Hon­da Beat. Buat sekolah yang belum mendaftarkan diri segera saja men­daf­tar­kan diri karena masih ada ke­sempatan untuk meng­iku­ti kegiatan pesta se­ko­lah,” tegas ketua pelaksana M Dafid.Sofyan sa­at ditemuin kemarin.
Dia menambahkan, sekolah yang meng­ingin­kan kotak balot, untuk memberikan dukungan pa­da guru yang diidolakan siswa, bisa meng­ambil kotak balot di Radar Tulungagung atau di Radar Blitar. “Dukungan bisa diberikan hing­ga akhir April. Sedangkan untuk pendaftaran akan kami tutup akhir Maret 2009. Mum­pung ma­sih ada waktu gu­na­kan ke­sem­pat­an ini untuk me­­ngirimkan ba­lot du­kung­an pada guru idola. Un­tuk sekolah yang ingin mengikuti lom­ba ma­ding juga masih ada kesempatan untuk bisa meng­ikuti lomba mading dan disain koran,” ka­ta­­nya.
Khusus sekolah yang yang tertarik mengikuti ma­ding atau lomba disain koran masih terbuka ke­sem­patan untuk mendaftarkan diri. Karena itu kesempatan ini jangan disia-siakan karena ini memang ajang bergengsi dan yang pertama di Radar Tulungagung. “Untuk disain koran ukur­an A 3, bisa dicetak foto dengan format ko­ran. Kemudahan ini kami berikan jika peserta ke­su­litan untuk mencetak kertas dengan ukuran A 3. Yang pasti harus dibuat sendiri, hasil karya dan kreatifitas peserta lomba,” katanya.
Untuk diketahui PS One,merupakan ajang kre­atifitas untuk pelajar SMP dan SMA di wi­la­yah Tulungagung.Blitar dan Trenggalek. Da­lam PS One sendiri ada beberapa kegiatan yang di­lombakan diantaranya lomba mading, lomba di­sain koran, kompetisi dance,festival band dan pe­milihan guru idola.
Sekolah yang tertarik mengikuti even ini bisa da­tang langsung ke Radar Tulungagung di Jalan Pang­lima Sudirman 50 A telepon 0355-335360 atau ke Radar Blitar Jalan Bali 170 telepon 0342-810995. (tri)
Sumber : radar tulungagung

BEREDAR VIDIO PORNO SISWI SMP 3 TULUNGAGUNG

Beredar Video Porno Siswi SMP


Diduga Direkam oleh Pacar
TULUNGAGUNG- Dunia pendidikan Tulungagung tercoreng ulah seorang siswi kelas IX F SMPN 3 Tulungagung. Siswi berinisial DTS diduga melakukan adegan mesum dengan pacarnya yang direkem di handphone. Adegan mesum berdurasi 2,33 menit itu dilakukan di dalam kamar rumah yang hingga kini belum diketahui secara pasti lokasinya.
Berdasar rekaman video yang diterima Ratu, DTS yang juga warga Kecamatan Kedungwaru tersebut tanpa mengenakan busana melakukan adegan (maaf) oral dengan seorang laki-laki yang tak lain adalah pacar DTS. Adegan yang diduga direkam pacar DTS itu dilakukan tidak di ranjang, tapi lantai dialasi tikar.
Tampaknya, kedua pelaku memang senga­ja merekam adegan syur. Itu terlihat, sebe­lum DTS memulai adegan, dalam keadaan setengah bugil dia terlihat bergurau dan ber­bicara di depan kamera handphone. Selain itu, ketika melakukan adegan mesum DTS sempat melirik kamera handphone.
Bahkan, setelah berbuat syur pacar DTS mengangkat jari te­lunjuk dan keliling tangan sebe­lah kanan.
Informasi yang diterima dari DH siswi kelas XI SMPN 3 Tulungagung sejumlah siswa-sis­wi mengetahui peristiwa yang menghebohkan dunia pendidi­kan itu sejak 2 minggu lalu. Na­mun, sejumlah siswa tidak me­ngetahui di mana dan kapan ade­gan itu dilakukan, “ Saya menge­tahui setelah melihat handphone milik salah satu teman, setelah saya lihat ternyata pelaku adegan syur itu adalah DTS. Tapi, kapan terjadinya saya tidak tahu,” ung­kapnya.
DH menambahkan, sejak bere­darnya video mesum tersebut DTS yang diduga artis dalam adegan itu jarang terlihat di sekolah. Pa­dahal, dia anak yang mudah berga­ul dengan siapa saja.
“Namun, sejak beredarnya vi­deo itu dia jarang masuk. Bahkan, menurut informasi , sekarang dia sudah keluar dari sekolah dan pindah ke Kota Solo,” imbuh DH ketika dikonfirmasi RaTu kema­rin. (tri)
sumber : radar tulungagung

FAVOURITE

Edittag