0
.
Staf tenaga pengajar dan tata usaha
Senin, 01 Desember 2008
SEKILAS TENTANG PUSAKA KIAI UPAS
Tersebut sebuah nama Dalem kanjengan, tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Kabupaten Tulungagung yang berkaitan langsung dengan sejarah pemerintahan dan kekuasaan di Tulungagung. Sebab, di dalem kanjengan yang ditempati mulai tahun 1991 ini, tersimpan sebilah pusaka kraton Mataram yang bernama tombak Kiai Upas (lidah) Baru Klinting.
Diposting oleh sd karangwaru1 TULUNGAGUNG di Senin, Desember 01, 2008 0 komentar
jaranan senterewe khas tulungagung siap mendobrak pasar dunia
Kesenian tradisional jaranan senterewe yang menjadi ikon seni tradisi Tulungagung masih eksis di tengah-tengah komunitas pendukungnya. Kesenian tradisi itu menjadi bagian dari ekspresi berkesenian sebagian besar rakyat.
kesenian jaranan di Tulungagung mengalami kemajuan kendati tidak mendapat pembinaan dari pemerintah karena apresiasi masyarakat pendukungnya cukup tinggi. "Jaranan senterewe khas Tulungagung mengikuti tren yang berkembang di masyarakat, yaitu jaranan senterewe campursari,"
jaranan senterewe di Tulungagung sebenarnya masih terpusat pada kelompok-kelompok jaranan tertentu. "Kelompok jaranan yang sudah rekaman di VCD sering mendapat tanggapan," Di antaranya, Kuda Bhirawa, Savitri, Tunjung Budaya, dan Putro Yuwono.
"Jaranan senterewe khas Tulungagung itu aspek dan aksen geraknya sangat dinamis, cepat, dan keras, sedangkan aspek musiknya kempul, kenong, dan gong,"
Tiga sampai empat tahun lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung masih menyelenggarakan festival jaranan. "Tetapi akhir-akhir ini yang mengadakan festival jaranan justru kelompok sanggar seni,"
kesenian jaranan senterewe yang belum mengalami perubahan kemasan dan selera pasar masih cukup banyak terdapat di desa-desa.
"Di luar itu, kelompok jaranan Savitri sempat menghebohkan karena memadukan dangdutan, penari ular, dan campursari,"
pola pembinaan kesenian jaranan senterewe oleh pemerintah daerah tidak merata dan terkesan hanya terfokus pada kelompok jaranan yang sudah mapan. Sedangkan kelompok jaranan yang pemasarannya hanya di lingkup lokal Tulungagung kurang mendapat dukungan dan kesempatan ditampilkan di luar Tulungagung.
Diposting oleh sd karangwaru1 TULUNGAGUNG di Senin, Desember 01, 2008 3 komentar
CIRI KHAS TULUNGAGUNG
BEBERAPA CIRI KHAS YANG
Ciri khas Tulungagung dapat dilihat dari kebudayaan, kesenian, bahasa, kerajinan/industri, dan makanan.
Kebudayaan Khas / Tradisi :
Suroan, dll.
Tradisi Temanten kucing.
Ulur-ulur.
Jamasan Kyai Upas.
Peringatan IMLEK.
Kesenian Khas :
Jaranan.
Tiban.
Karawitan/campursari.
Reog Tulungagung.
Ketoprak, seperti : Ketoprak Siswobudoyo.
Bahasa Khas : Untuk penggunaan Bahasa Jawa baik itu di Tulungagung, Kediri, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, serta sekitar Bojonegoro dan Tuban (yang kesemuanya itu temasuk wilayah Jawa Timur bagian barat/kulonan), Bahasa Jawa yang digunakan pada umumnya sama yaitu Bahasa Jawa Alus, sama persis dengan Bahasa Jawa yang biasa digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta. Misalnya Bahasa jawa ngoko : ora, piye, kowe, kuwi, kae, ben, ujuk-ujuk, di rasakne/dirasakke, bocah, panganane enak tenan, montore penak, lan liyo liyane.
Untuk pakaian adatnya pun di Tulungagung dan kota-kota tersebut diatas cenderung sama dengan pakaian adat
Kerajinan/Industri khas :
Batik khas Tulungagungan.
Marmer dan batu Onix, Tulungagung merupakan salah satu penghasil marmer terbesar di
Kerajinan Kulit hewan, misalnya kerajinan dompet dari kulit, sabuk dari kulit, sandal dari kulit, dll.
Kerajinan dari ijuk atau dari kulit kelapa, misalnya keset (pembersih kaki), sapu, dll. Kerajinan ini ada di Desa Plosokandang dan sekitarnya.
Makanan khas :
Tape bakar, biasa ada di pinggir-pinggir jalan Kota Tulungagung.
Krupuk / Opak rambak
Sompel Tulungagung (lontong + lodeh).
Jenang abang, jenang putih, jenang grendul.
Sambel Tumpang.
Pecel.
Semua jajanan/makanan khas diatas juga bisa kita jumpai di PUJASERA, Pasar Ngemplak Tulungagung.
Diposting oleh sd karangwaru1 TULUNGAGUNG di Senin, Desember 01, 2008 0 komentar
CERITA SINGKAT LEGENDA RARA KEMBANG SORE
CERITA INI DI DAPAT DARI NARA SUMBER ORANG-ORANG TUA ZAMAN DULU, DAN TELAH DITELUSURI BERDASARKAN PENINGGALAN-PENINGGALAN, DIRANGKUM MENJADI SEBUAH CERITA LEGENDA, DAN TELAH DI TELAAH KEBENARANNYA.
KONON DI JAMAN PEMERINTAHAN KERAJAAN MOJOPAHIT, DI DAERAH BRANG KIDUL DISEKITAR PANTAI SELATAN, TEPATNYA DI DUKUH BONOROWO, BERDIRI SEBUAH PERGURUAN YANG MENGAJARKAN ILMU JAYA KAWIJAYAN, GUNA KASANTIKAN, OLAH TATA NEGARA KERAJAAN, YANG ADI LUHUNG.
SALAH SEORANG MURIDNYA BERNAMA KYAI KASAN BESARI DARI DESA TUNGGUL YANG JUGA SEORANG PEGURON KECIL JUGA MENJADI MURID DI BONOROWO. KARENA DILARANG MENDIRIKAN PERGURUAN YANG SIFATNYA KEMUJIJATAN, KANORAGAN BERALIRAN HITAM, MAKA KYAI KASAN BESARI MARAH DAN INGIN MEROBOHKAN BONOROWO.
TERJADINYA PERANG ANTARA MURID TUNGGUL DAN BONOROWO, MENELAN KORBAN DIANTARA SALAH SEORANG PUTRA MOJOPAHIT, MAKA RAJA MOJOPAHIT UTUSAN PATIH PRAMADA UNTUK MELERAI PERANG DAN MENGADILI KYAI KASAN BESARI SESUAI KESALAHANNYA.
KEDATANGAN PATIH PRAMADA DI BRANG KIDUL, TERHITUNG TERLAMBAT SEMUA TELAH MENJADI RUSAK. UNTUNGNYA PATIH PRAMADA DAPAT MERINGKUS DAN MENGADILI KASAN BESARI, SETELAH ITU PEMERINTAHAN DIPINDAHKAN KE UTARA/GAMBILI MENANTI DAWUH-DAWUH DARI MOJOPAHIT.
Diposting oleh sd karangwaru1 TULUNGAGUNG di Senin, Desember 01, 2008 0 komentar
ASAL USUL KALANGBRET
Pada mulanya di Tulungagung ada seorang Adipati yang terkenal yaitu Adipati Betak Bedalem. Adipati Betak ini mempunyai 2 putri yang sangat cantik, yang pertama bernama Roro Inggit dan yang kedua bernama Roro Kembangsore.
Putri Adipati Betak yang kedua ini banyak disenangi Adipati-Adipati Muda, bahkan kecantikannya sangat terkenal di
Pangeran Lembu Peteng dan Adipati Kalang sama-sama jatuh cinta kepada Putri Adipati Betak yang bernama Roro Kembang Sore. Roro Kembangsore sangat cocok dan cinta kapada Pangeran Lembu Peteng, dan akhirnya kedua pasangan ii dinikahkan oleh Adipati Betak Bedalem (ayahnya Roro Kembang Sore). Mendengar berita itu, Adipati Kalang sangat marah dan murka, akhirnya Adipati Kalang mempunyai rencana membunuh Pangeran Lembu Peteng.
Pada waktu Pangeran Lembu Peteng dan Roro Kembang Sore Sungkem pada Adipati Betak, tiba-tiba Adipati Kalang mengeluarkan kerisnya dan langsung di tancapkan pada Pangeran Lembu Peteng dari arah belakang, dan matilah Pangeran Lembu Peteng. Adipati Kalang mengamuk setelah membunuh Pangeran Lembu Peteng. Adipati juga membunuh kedua orang tuanya Roro Kembang Sore, yaitu Adipati Betak Bedalem dan Istrinya. Roro Ringgit juga Roro Kembang Sore melarikan diri mencari keselamatannya masing-masing. Roro Kembang Sore akhirnya ada di pertapaan Gunung Cilik, Semedi. Kesaktian Keris dari Suaminya sangat terkenal bahkan sampai terdengar oleh Adipati Kalang berniat untuk memilikinya. Adipati Kalang ingin tahu Pusaka ampuh itu, makanya dia pergi ke Gunung Cilik dengan jalan Jongkok dan tunduk. Sampai ke Gunung Cilik, semua persyaratan dari Roro Kembang Sore. Akhirnya sampailah Adipati Kalang di Gunung Cilik, dan wanita yang tidak kenal itu menyuruh supaya Adipati Kalang menengadah dan dan melihat siapa yang ada di depannya, betapa kagetnya Adipati Kalang, ternyata orang yang menyuruh di Gunung Cilik itu ialah Roro Kembang Sore.
Utusan dari Mojopahit waktu itu juga ada di Gunung Cilik, Patih Gajah Mada beserta Prajuritnya. Patih Gajah Mada tahu kalau pembunuh Putra Kerajaan Mojopahit Pangeran Lembu Peteng adalah Adipati Kalang pembunuhnya. Adipati Kalang lari terbirit-birit karena terus dikejar oleh Patih Gajah Mada dan Adipati Kalang badannya “di suwir-suwir” oleh Patih Gajah Mada, akhirnya tempatnya dinamakan Cuwiri dan Adipati Kalang lari kepergok oleh Patih Gajah Mada. Lalu tempat itu dinamakan “Bantelan” dan Adipati Kalang lari lalu si sembret-sembret terus tempat nya dinamakan “Kalangbret“, akhirnya Adipati Kalang jatuh dan masuk ke Kedung. Akhirnya “Ngesong” ke dalam dan dinamakan Kali Song. Akhirnya Adipati Kalang mati di dalam sugnai tersebut. Dan mayatnya tersangkut di pohon aren. Oleh Patih gajah Mada dinamakan “Batangsaren”.
Inilah cerita dari Wilayah Kalangbret Tulungagung yang kejadiannya di sekitar Wilayah Kalangbret sini. Nama-nama di bawah ini semua pemberian nama dari Patih Gajah Mada.
Adipati Kalang di suwir-suwir ® Cuwiri
Adipati Kalang kebentel ® Bantelan
Adipati Kalang jatuh diam (Tiba Meneng) ® Boneng
Adipati Kalang di sembret-sembret ® Kalangbret
Adipati Kalang masuk kedung ngesong ® Kali Song
Adipati Kalang mati tersangkut di pohon aren ® Batangsaren
Lalu nama itu di abadikan menjadi nama-nama Desa dan Dusun oleh masyarakat sekitar. Dan mereka menjadikan atau membuat cerita tersebut ke dalam ketoprak dan diselenggarakan pada hari-hari tertentu. Dan mereka sangat senang gembira karena diwarisi kebudayaan yang sangat berharga.
Diposting oleh sd karangwaru1 TULUNGAGUNG di Senin, Desember 01, 2008 0 komentar
